Penggunaan Biochar dalam Tanah Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Para mikrobiologist dari Universitas Tübingen memperkenalkan kepada masyarakat bahwa mikroba dan biochar dalam tanah dapat mengurangi emisi nitrogen oksida.

Introduksi biochar ke dalam tanah pertanian dapat mengubah komposisi emisi nitrogen oksida (juga dikenal sebagai gas tertawa (N2O) ) melalui aktivitas mikroorganisme, dimana hal ini secara signifikan mengurangi jumlah gas tersebut” menurut peneliti Johannes Harter dan Hans-Martin Krause. Penelitian mereka diawasi langsung oleh ahli mikrobiologi lingkungan Dr Sebastian Behrens dan geomicrobiologist Profesor Andreas Kappler dari Pusat Geosains Terapan di Universitas Tübingen bekerjasama dengan para peneliti dari University of Hohenheim. Hasil ini sangat penting tidak hanya untuk pemanfaatan berkelanjutan yang efektif dari pupuk nitrogen, namun juga memberikan kemungkinan terbaru untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh dunia.

Biochar sendiri dihasilkan dari dekomposisi termokimia suhu tinggi bahan organik, proses yang biasa dikenal sebagai pirolisis. Tidak seperti arang, yang terutama digunakan untuk menghasilkan panas, biochar digunakan sebagai suplemen dalam tanah di bidang pertanian. Seperti yang diketahui oksida nitrat dihasilkan dari proses perubahan nitrogen oleh mikroorganisme dalam tanah, dan hal ini meningkatkan emisi dengan penggunaan pupuk nitrogen. Dikarenakan permukaan yang unik, Biochar dapat mencegah pencucian nutrisi nutrisi yang ada pada tanah. Hal ini juga memberikan pengaruh positif pada kelimpahan, komposisi, dan aktivitas mikroorganisme dalam tanah, yang membentuk komunitas biologis kompleks yang melibatkan tanaman dan hewan sehingga terjadilah siklus nitrogen yang seimbang dalam lingkungan. “Hal ini menurunkan pencucian unsur hara dalam tanah sehingga meningkatkan kesuburan tanah serta dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca karena menyimpan karbon dalam tanah,” kata Sebastian Behrens.

Masyarakat adat di daerah tropis Amerika Selatan dan Afrika menyadari efek positif biochar pada tanah dan pertumbuhan tanaman sejak ribuan tahun lalu. Sehingga studi saat ini menggarisbawahi pentingnya penelitian biochar, karena biochar tidak hanya memiliki potensi untuk membuka pasar baru yang menguntungkan untuk pertanian dan industri, juga menyediakan data penting untuk kelestarian tanah dan iklim.

Hasil penelitian tentang biochar juga penting memberikan sebuah titik terang bagi permasalahan iklim dan lingkungan. Laporan Penilaian ke-5 baru-baru ini dirilis dari badan PBB tentang Perubahan Iklim “Intergovernmental Panel on Climate Change”(IPCC) mengungkapkan bahwa konsentrasi gas rumah kaca CO2, metana dan dinitrogen oksida di atmosfer telah meningkat masing-masing 40 %, 150% dan 20%, sejak 1750 karena aktivitas manusia. Sumber utama nitrogen oksida adalah pertanian (84%). Oleh karena itu mejadi tantangan yang besar bagi dunia ekonomi dan lingkungan untuk menemukan strategi demi mengurangi emisi nitrogen oksida sementara penggunaan pupuk nitrogen masih dapat dilanjutkan dan masih dapat mempertahankan hasil panen.